Make your own free website on Tripod.com
Logo_Pasir
Logo_Teks_Pasir

 

Negara Besar Adalah Negara Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya

Menu Utama

Halaman Muka
Asal Kerajaan Pasir
Asal Bangsawan Pasir
Masa Penting Kerajaan
Masa Sultan Ibrahim
Kronologis Perjuangan
Silsilah Raja-Raja Pasir
Silsilah Sultan Ibrahim
Keluarga Sultan Ibrahim
Daftar Nama Raja Pasir
Gelar Bangsawan Pasir
Sejarah Pemerintahan
Album Photo Kerajaan
Mitologi Putri Betung
Buku Tamu
 

Link ke Situs Lain

 
 
 
 
 
 

Kontak Penulis

 

benipro@telkom.net

 

Penulis

      Sekapur Sirih Dari Penulis

Sekapur Sirih dari Penulis

Demikianlah sekelumit kisah perjuangan seorang raja dari Pasir, Kalimantan Timur, Sultan Ibrahim Chaliludin. Semoga kisah perjuangannya akan menjadi suri tauladan bagi kita semua pada umumnya dan penulis sendiri pada khususnya, apalagi mengingat penulis sendiri merupakan salah seorang keturunan ke-4 (empat) dari Sultan Ibrahim Chaliludin. Penulis berharap semoga tulisan ini akan dapat memberikan informasi yang berharga dan motivasi bagi kita semua dalam membangun bangsa ini. Seperti pepatah masyarakat Pasir (motto kabupaten Pasir) mengatakan ”OLO MANIN ASO UEN SIO LONDO” (hari esok lebih baik dari pada hari ini).

 

 

 

Cianjur, Ramadhan 1424 H

Cianjur, Oktober 2002 M

 

 

 

Atas Nama Salah Seorang Keturunan

Sultan Ibrahim Chaliludin (Adjie Medje)

 

Penulis,

 

 

 

Pangeran Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliludin, A.Md.

Salah Seorang Keturunan ke-4 Sultan Ibrahim Chaliludin

BIODATA PENULIS

 

Penulis

Penulis lahir di Cianjur, Jawa Barat pada tanggal 23 Februari 1970. Lahir dari pasangan suami-istri Pangeran Adjie Bachtiar Chaliludin dan Raden Nenny Wirasendjaja. Merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang terdiri dari :

1.   Adjie Winna Windayani Chaliludin (anak perempuan)

2.   Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliludin (anak laki-laki)

3.   Adjie Ivan Asrul Sani Chaliludin (anak laki-laki)

4.   Adjie Donni Murimurdani Chaliludin (anak laki-laki)

5.   Inke Adjie Winni Nurafni Oktaviani Chaliludin (anak perempuan)

Penulis menikah dengan Lina Mulyani dan Ida Farida, memiliki seorang putra bernama Adjie Muhammad Raihan Nugrahatama Chaliludin.

Penulis merupakan salah seorang dari keturunan ke-empat Sultan Ibrahim Chaliludin dengan nama lengkap keturunan dituliskan sebagai berikut :

Pangeran Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliludin bin Pangeran Adjie Bachtiar Chaliludin bin Pangeran Adjie Achmad Mulia Chaliludin bin Pangeran Adjie Abdulwahid Chaliludin bin Sultan Ibrahim Chaliludin (Adjie Medje)

Ketertarikannya dalam menulis sejarah Kesultanan Pasir dimulai dari keingin-tahuannya tentang keberadaan makam Raja Pasir di Cianjur dan beberapa peninggalan benda-benda Kerajaan Pasir seperti Baju Kerajaan yang digunakan Sultan Ibrahim Chaliludin ketika menjadi Raja di daerah Pasir yang masih tersimpan dengan baik di rumah orang tuanya (Pangeran Adjie Bachtiar Chaliludin). Dan sekaligus juga ingin mengungkap sejarah kepahlawanan Sultan Pasir (Sultan Ibrahim Chaliludin) membuatnya semakin bersemangat untuk lebih gigih lagi mencari data dan informasi yang berkaitan dengan keberadaan dan keterkaitan Sultan Ibrahim Chaliludin sewaktu beliau menjadi Raja di daerah Pasir – Kalimantan Timur. Sejak tahun 2001 saya sudah mulai mencari data dan informasi melalui berbagai cara, baik itu mengunjungi kerabat kerajaan untuk bertanya atau meneliti naskah-naskah kuno Kerajaan Pasir dan sumber-sumber pustaka lain yang dimilikinya. Namun sayang, dari sekian banyak kerabat yang ditemuinya, sangat tidak memuaskan hatinya. Karena sangat sedikit sekali informasi yang bisa didapat dari mereka. Akhirnya saya harus berburu informasi dari luar kerabat kerajaan yaitu melalui Internet, tapi hal ini pun sangat sulit didapatkan dan hanya menemukan beberapa situs saja yang memuat informasi yang berkaitan dengan Kesultanan Pasir dan Sultan Ibrahim Chaliludin. Pada akhirnya, saya mencoba untuk merancang dan membuat sebuah situs Kerajaan Pasir di Internet dengan harapan ada orang yang mengetahui tentang silsilah atau sejarah Kerajaan Pasir untuk dapat saling bertukar informasi. Sebenarnya pada tahun 2002 saya sudah pernah membuat suatu rancangan (draft) buku kecil tentang Sejarah Kerajaan Pasir dan Sultan Ibrahim Chaliludin. Bahkan buku kecil tersebut pun sudah diterima oleh beberapa kerabat kerajaan, khususnya yang berada di tanah Jawa (Cianjur, Bandung, Bekasi dan Jakarta) dengan harapan akan muncul informasi-informasi baru lainnya yang bisa saya dapatkan dari penerima buku kecil tersebut. Bahkan pada buku itu pun, saya sudah membuat sebuah rancangan surat untuk diserahkan kepada Presiden Indonesia pada saat itu (Ibu Megawati Soekarno Putri) agar pada Peringatan Hari Pahlawan tahun berikutnya, Sultan Irbahim Chaliludin diberi gelar Pahlawan Nasional. Namun setelah saya fikir dan pertimbangan lagi bahwa dengan masih kurangnya data-data yang ada di dalam buku itu maka saya mengurungkan niat tersebut dan berharap akan segera dapat menambah kembali data-datanya. Sehingga pada saatnya nanti, apabila saya akan mengirimkannya surat tersebut sudah dalam kondisi sempurna (data-datanya lengkap dan terperinci). Langkah berikutnya setelah menyusun buku tersebut, saya mencoba menggali informasi dari luar pihak kerabat kerajaan dengan cara memasangkan data-data yang saya miliki di halaman Internet (homepage) yaitu dengan membuat suatu situs Kerajaan Pasir di Internet dengan alamat URL http://kesultanan_pasir.tripod.com yang saya buat dan rancang sendiri. Pada saat saya mulai memindahkan data-data yang ada di buku tersebut untuk dipasangkan di Internet (masih dalam proses pembuatan) pada halaman Buku Tamu situs saya sudah ada yang orang yang mengisinya beliau ini adalah :

1.   Londoh, beliau pemilik situs www.londoh.com yang merupakan situsnya Sejarah Indonesia, bahkan beliau pun membuat link ke situs saya ini. Bagi saya ini sangat menggembirakan karena situsnya tersebut banyak sekali dikunjungi orang, bahkan menjadi salah satu sarana mencari informasi sejarah para mahasiswa sejarah Indonesia di Internet. Dengan adanya link tersebut maka situs saya akan banyak dikunjungi pula oleh orang lain. Yang mungkin salah satunya akan dapat memberikan informasi yang berharga bagi kelengkapan tulisan saya ini.

2.   Donald P. Tick, beliau adalah seorang Sejarawan Dunia kelahiran Belanda yang meneliti sejarah kerajaan-kerajaan di dunia, termasuk juga di Indonesia. Bahkan yang sangat menggembirakan dan tidak diduga sama sekali, beliau menulis surat (email) ke saya yang berisi tentang keingin tahuannya lebih jauh lagi tentang sejarah Kerajaan Pasir di Indonesia. Secara kebetulan beliau pernah ke Museum Istana Pasir di Kalimantan Timur untuk melakukan penelitian sejarah dan beliau ini juga memiliki data-data tentang Kerajaan Pasir sehingga mengajak saya untuk bertukar informasi. Bahkan beliau pun menyarankan saya untuk datang menghadiri Festival Keraton Nusantara IV tahun 2004 yang diadakan di Jogyakarta.

Saya menyadari bahwa untuk membuat tulisan ini lengkap dan sempurna dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyusunnya. Untuk itu saya sangat berterima kasih sekali apabila ada di antara pembaca atau pengunjung situs ini, apabila ada yang mengetahui sejarah Kerajaan Pasir, sudilah kiranya mengirimkan informasinya yang sah dan akurat ke penulis.

 

Bagi setiap orang yang mengetahui informasi yang berkaitan dengan kisah perjuangan Sultan Ibrahim Chaliludin dapat memberikan informasinya yang akurat pada kami, yaitu :

  1. Pangeran Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliluddin

  2. Pangeran Adjie Bachtiar Chaliluddin