|
Penulis menikah dengan Lina Mulyani dan
Ida Farida, memiliki seorang putra bernama
Adjie Muhammad Raihan Nugrahatama Chaliludin.
Penulis merupakan salah seorang dari keturunan
ke-empat Sultan Ibrahim Chaliludin dengan nama
lengkap keturunan dituliskan sebagai berikut :
Pangeran Adjie
Benni Syarief Fiermansyah Chaliludin bin Pangeran
Adjie Bachtiar Chaliludin bin Pangeran Adjie Achmad
Mulia Chaliludin bin Pangeran Adjie Abdulwahid
Chaliludin bin Sultan Ibrahim Chaliludin (Adjie
Medje)
Ketertarikannya dalam menulis sejarah Kesultanan
Pasir dimulai dari keingin-tahuannya tentang
keberadaan makam Raja Pasir di Cianjur dan beberapa
peninggalan benda-benda Kerajaan Pasir seperti Baju
Kerajaan yang digunakan Sultan Ibrahim Chaliludin
ketika menjadi Raja di daerah Pasir yang masih
tersimpan dengan baik di rumah orang tuanya
(Pangeran Adjie Bachtiar Chaliludin). Dan sekaligus
juga ingin mengungkap sejarah kepahlawanan Sultan
Pasir (Sultan Ibrahim Chaliludin) membuatnya semakin
bersemangat untuk lebih gigih lagi mencari data dan
informasi yang berkaitan dengan keberadaan dan
keterkaitan Sultan Ibrahim Chaliludin sewaktu beliau
menjadi Raja di daerah Pasir – Kalimantan Timur.
Sejak tahun 2001 saya sudah mulai mencari data dan
informasi melalui berbagai cara, baik itu
mengunjungi kerabat kerajaan untuk bertanya atau
meneliti naskah-naskah kuno Kerajaan Pasir dan
sumber-sumber pustaka lain yang dimilikinya. Namun
sayang, dari sekian banyak kerabat yang ditemuinya,
sangat tidak memuaskan hatinya. Karena sangat
sedikit sekali informasi yang bisa didapat dari
mereka. Akhirnya saya harus berburu informasi dari
luar kerabat kerajaan yaitu melalui Internet, tapi
hal ini pun sangat sulit didapatkan dan hanya
menemukan beberapa situs saja yang memuat informasi
yang berkaitan dengan Kesultanan Pasir dan Sultan
Ibrahim Chaliludin. Pada akhirnya, saya mencoba
untuk merancang dan membuat sebuah situs Kerajaan
Pasir di Internet dengan harapan ada orang yang
mengetahui tentang silsilah atau sejarah Kerajaan
Pasir untuk dapat saling bertukar informasi.
Sebenarnya pada tahun 2002 saya sudah pernah membuat
suatu rancangan (draft) buku kecil tentang Sejarah
Kerajaan Pasir dan Sultan Ibrahim Chaliludin. Bahkan
buku kecil tersebut pun sudah diterima oleh beberapa
kerabat kerajaan, khususnya yang berada di tanah
Jawa (Cianjur, Bandung, Bekasi dan Jakarta) dengan
harapan akan muncul informasi-informasi baru lainnya
yang bisa saya dapatkan dari penerima buku kecil
tersebut. Bahkan pada buku itu pun, saya sudah
membuat sebuah rancangan surat untuk diserahkan
kepada Presiden Indonesia pada saat itu (Ibu
Megawati Soekarno Putri) agar pada Peringatan Hari
Pahlawan tahun berikutnya, Sultan Irbahim Chaliludin
diberi gelar Pahlawan Nasional. Namun setelah saya
fikir dan pertimbangan lagi bahwa dengan masih
kurangnya data-data yang ada di dalam buku itu maka
saya mengurungkan niat tersebut dan berharap akan
segera dapat menambah kembali data-datanya. Sehingga
pada saatnya nanti, apabila saya akan mengirimkannya
surat tersebut sudah dalam kondisi sempurna
(data-datanya lengkap dan terperinci). Langkah
berikutnya setelah menyusun buku tersebut, saya
mencoba menggali informasi dari luar pihak kerabat
kerajaan dengan cara memasangkan data-data yang saya
miliki di halaman Internet (homepage) yaitu dengan
membuat suatu situs Kerajaan Pasir di Internet
dengan alamat URL
http://kesultanan_pasir.tripod.com yang saya
buat dan rancang sendiri. Pada saat saya mulai
memindahkan data-data yang ada di buku tersebut
untuk dipasangkan di Internet (masih dalam proses
pembuatan) pada halaman Buku Tamu situs saya sudah
ada yang orang yang mengisinya beliau ini adalah :
1. Londoh,
beliau pemilik situs
www.londoh.com yang merupakan situsnya Sejarah
Indonesia, bahkan beliau pun membuat link ke situs
saya ini. Bagi saya ini sangat menggembirakan karena
situsnya tersebut banyak sekali dikunjungi orang,
bahkan menjadi salah satu sarana mencari informasi
sejarah para mahasiswa sejarah Indonesia di
Internet. Dengan adanya link tersebut maka situs
saya akan banyak dikunjungi pula oleh orang lain.
Yang mungkin salah satunya akan dapat memberikan
informasi yang berharga bagi kelengkapan tulisan
saya ini.
2. Donald
P. Tick, beliau adalah seorang Sejarawan Dunia
kelahiran Belanda yang meneliti sejarah
kerajaan-kerajaan di dunia, termasuk juga di
Indonesia. Bahkan yang sangat menggembirakan dan
tidak diduga sama sekali, beliau menulis surat
(email) ke saya yang berisi tentang keingin
tahuannya lebih jauh lagi tentang sejarah Kerajaan
Pasir di Indonesia. Secara kebetulan beliau pernah
ke Museum Istana Pasir di Kalimantan Timur untuk
melakukan penelitian sejarah dan beliau ini juga
memiliki data-data tentang Kerajaan Pasir sehingga
mengajak saya untuk bertukar informasi. Bahkan
beliau pun menyarankan saya untuk datang menghadiri
Festival Keraton Nusantara IV tahun 2004 yang
diadakan di Jogyakarta.
Saya
menyadari bahwa untuk membuat tulisan ini lengkap
dan sempurna dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk
menyusunnya. Untuk itu saya sangat berterima kasih
sekali apabila ada di antara pembaca atau pengunjung
situs ini, apabila ada yang mengetahui sejarah
Kerajaan Pasir, sudilah kiranya mengirimkan
informasinya yang sah dan akurat ke penulis.
|